Akhir Petualangan Di Kampus

Akhir Petualangan Di Kampus

0
BAGIKAN

Menjelang akhir tahun 2014, terlintas sebuah ide gila di kepala, sebuah ide yang menjadi momen terbaik dan terburuk saya ketika memasuki  tahun ke-7 di tanah rantau, Kota Malang. Begitu besar rasa putus asa melanda karena kegagalan menyelesaikan kuliah tepat waktu disaat teman – teman seangkatan sudah mengakhiri petualangan mereka di kampus. Tahun 2014 tidak banyak menyisakan momen indah bagi saya, namun sebuah ide iseng dan gila telah merubah perjalanan tahun yang hampa.

Mountain Biking ke Gunung Bromo! Mungkin hal tersebut akan menjadi hadiah yang sangat indah buat saya kepada seorang sahabat yang akan melanjutkan petualangannya ke Negeri Ratu Elizabeth II tahun lalu (red:2016) dan seorang pemikir muda yang sedang menempuh semester ke-4! Ingin rasanya petualangan bersama mereka kali ini menjadi sebuah hadiah yang bisa kami kenang di saat kami tidak lagi tinggal dibawah satu atap kos-kosan, tidak rebutan udara pengap kamar berukuran 3×3 ataupun tidak saling titip catatan utang di warung sebelah pagar.

Selama bertahun – tahun kami menghabiskan bercangkir kopi di warkop depan kampus, mungkin sudah saatnya menghabiskan kopi dan malam dengan balutan dinginnya angin malam, berhiaskan lepas tawa tanpa makna, beratap galaksi tak berujung di warung tanpa atap, Gunung Bromo.

Perjalanan selama 3 hari pun kami tempuh. Kerasnya aspal Kota Malang, dinginnya alam Tengger dan sengatan bau sulvur Gunung Bromo yang penuh kisah penderitaan tanpa titik. Bertiga kami pecahkan hening, hangatkan malam dan lambungkan angan ke langit malam, bersulang pahitnya kopi hitam. Kaki serasa meledak, keringat seakan habis terkuras teriknya matahari pegunungan, namun kami tetap mengayuh untuk momen indah yang bisa kami kenang di masa tua nanti.

A 3 day Mountain Bike rides to an active volcano of Mount Bromo was fantastic with every single bend in the road, wind in the air, and the smell of a sulfur. The best pedaling ever from the city of Malang to a magnificent Mount Bromo, 150 km! We ride, we camp, we smile!

Haru terasa melakukan perjalanan bersama mereka dari Malang – Nongkojajar – Tosari – Penanjakan – Kawah Bromo – Cemoro Lawang – Savana – Tumpang – Malang. Kayuhan terindah sepanjang hampir 150 km melintasi Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk mengakhiri tahun dan juga kebersamaan kami di tahun 2014!

Sebuah persahabatan, petualangan, dan momen yang akan kami catat dalam buku perjalanan. Sebuah buku petualangan yang akan kami simpan dalam sebuah rak buku kehidupan sebagai warisan semangat juang tanpa keluh kepada anak cucu kelak.

Selamat menempuh perjalanan sahabat dan sampai ketemu di perbatasan!

Mountain Bike Bromo. Mengahiri Kisah Kampus. Kiri ke Kanan: Hamka, Arifin, Irul

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan