FAQ

FAQ

Tentang Mahasiswa Rantau

Siapakah Mahasiswa Rantau?

Mahasiswa Rantau adalah pelajar atau mahasiswa yang meninggalkan kota kelahiran demi menuntut ilmu dan mencari pengalaman di kota lain. Sekarang ini mahasiswa rantau tidak hanya menuntut ilmu di kota-kota di Indonesia, tetapi juga menyebar hampir di semua negara di seluruh dunia.

Apakah MahasiswaRantau.com itu?

Sebuah website yang hadir sebagai tempat berbagi cerita, pengalaman, dan bertukar informasi di antara mahasiswa-mahasiswa rantau yang berada di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Mengapa MahasiswaRantau.com harus ada?

Kesadaran akan pentingnya pendidikan semakin besar di kalangan keluarga yang mulai mendukung anak-anaknya untuk menuntut ilmu di kota atau negara lain, serta teknologi yang semakin maju membuat informasi mudah diakses dimana saja.

MahasiswaRantau.com bisa menjadi sumber informasi yang ditulis oleh mahasiswa rantau yang tentu saja akan sangat berguna bagi calon perantau yang akan berangkat ke kota/negara tujuan yang sama.

MahasiswaRantau.com juga bisa menjadi tempat mengenal mahasiswa-mahasiswa rantau lain yang berada di kota atau negara yang berbeda.

Kontributor Mahasiswa Rantau

Siapa saja yang bisa menjadi kontributor?

Semua pelajar atau mahasiswa S1, S2, dan S3 yang pernah atau sedang berada di kota atau negara lain demi menuntut ilmu.

Semua pelajar atau mahasiswa yang merasa punya cerita, pengalaman, informasi dan kisah inspiratif yang didapatkan selama berada di tanah rantau.

Semua pelajar atau mahasiswa yang memiliki rasa ingin berbagi kepada masyarakat luas, baik di Indonesia, maupun di luar negeri.

Bagaimana cara berkontribusi?

Semua jenis media termasuk tulisan, foto, dan video bisa dikirimkan ke redaksi Mahasiswa Rantau. Dilengkapi dengan foto profile dan biografi singkat sepanjang satu paragraf yang berisi nama sekolah atau universitas, kota asal dan kota atau negara rantau, serta kegiatan sehari-hari.

Bolehkah menuliskan akun Facebook dan Twitter di biografi?

Semua kontributor bisa juga mempromosikan project sendiri dan/atau akun media sosial milik pribadi, seperti  Instagram, Blog, Tumblr, Path, Flickr, Email, pin BBM, Line, Whatsapp, bahkan alamat rumah jika merasa perlu.

Bisakah tidak mencantumkan nama asli dalam tulisan?

Bisa menggunakan nama initial atau samaran, asalkan nama kampus dan kota/negara tempat belajar jelas tertulis.

Apa syarat menjadi kontributor?

Tidak ada syarat khusus untuk berkontribusi di Mahasiswa Rantau, asalkan tulisan, foto, dan video tidak mengandung unsur SARA dan politik.

Apakah ada batas waktu (deadline)?

Tidak ada deadline. Semua cerita, foto, dan video bisa dikirim kapan saja. Dikirim setiap minggu pun, kami akan senang menerimanya.

Pertanyaan Lain

Saya tidak bisa menulis, foto-foto hasil jepretan saya biasa saja. Apalagi membuat video, saya tidak punya skill sama sekali. Apakah saya bisa menjadi kontributor?

Karena itulah kami memiliki tim editor. Juga, salah satu tujuan MahasiswaRantau.com adalah untuk menumbuhkan semangat menulis di antara pelajar dan mahasiswa. Karena pada akhirnya setiap mahasiswa harus bisa menulis, setidaknya nantinya akan diminta untuk menulis skripsi, thesis, dissertasi, maupun penelitian.

Apakah perbedaan mahasiswa rantau dan traveler?

Bagi kami, mahasiswa rantau adalah orang yang pergi ke kota atau negeri lain untuk menuntut ilmu, terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah universitas dan tinggal di kota tersebut dalam waktu yang lama.

Sedangkan, traveler atau pejalan atau petualang adalah orang yang mengunjungi suatu tempat dengan tujuan berlibur, mencoba tantangan baru, atau menambah wawasan, dan berada di kota tersebut dalam waktu singkat.

Saya adalah mahasiswa rantau. Tapi sejak di perantauan, saya suka traveling. Bisakah saya mengirim tulisan tentang mengunjungi kota atau negara lain?

Bisa. Selama tulisan, foto, atau video itu tidak terlepas dari esensi seorang mahasiswa. Seperti contoh, Kuliah di Jerman, kemudian melakukan perjalanan di saat musim liburan. Atau ketika seorang Mahasiswa yang memanfaatkan waktu libur untuk magang di kota yang lain.

Saya pernah mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri. Apakah saya termasuk kategori mahasiswa rantau?

Termasuk, jika institusi yang mengirim adalah sekolah asal atau kampus asal, bukan komunitas atau organisasi yang tidak bekerja sama dengan pihak sekolah atau kampus.

Saya berasal dari sebuah kota kecil, tetapi saya kuliah di kota lain yang masih berada propinsi yang sama. Apakah saya termasuk kategori mahasiswa rantau?

Termasuk, selama beda kota dan tidak tinggal serumah dengan orang tua. Tulisan tentang anak pesantren / siswa SMA yang tinggal di Asrama bisa kami terima juga ^_^

Berbagi Cerita Menggapai Cita