BAGIKAN

Sejak beberapa generasi, Jepang selalu menyimpan kisah penuh takjub tanpa jeda. Kalimat seakan tak berujung ketika kisah tertutur. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, Jepang adalah nostalgia masa lalu dan pintu gerbang menuju masa depan. Negeri cincin api yang menjelma menjadi surga bagi para pecinta alam, penggila teknologi dan penikmat budaya.

HOW AMAZING “JEPANG”?

Komunitas Jepang Di Sao Paolo
Berpose Bersama Keturunan Jepang Dengan Populasi Sekitar 1,5 Juta Di Brazil

Negeri Sakura memiliki peran besar terhadap kemajuan peradaban dunia. Perjumpaan dengan “Dragon Ball” di awal 90-an hingga berinteraksi dengan komunitas Orang Jepang terbesar di dunia yang berlokasi di Brazil adalah teka – teki yang harus terjawab. Takjub dan pujian adalah ekspresi rasa penasaran. Wisata ke Negeri Sakura adalah jawaban dari rasa penasaran di masa lalu demi lukisan kisah penuh warna di masa depan! These are reasons why Japan is an amazing country to encounter!

1. Gunung Fujiyama

Gunung Fujiyama
Keindahan Gunung Fujiyama dilihat dari Kiyomizu Temple saat Musim Semi. Sumber: Kiyomizu Temple

Gunung Fuji adalah salah satu simbol Negara Jepang. Fujisan (begitu orang lokal menyebutnya) merupakan Gunung tertinggi (3.776 m) di Jepang yang dikelilingi oleh 5 danau yang bernama Danau Saiko, Danau Shojiko, Danau Yamanakako, Danau Motosuko, serta Danau Kawaguchiko. Keindahan salju putih di puncak Fuji, bentuk simetris sempurna nan langka dari sebuah gunung berapi, hingga sejarah erupsi yang menarik seakan menjadi pelengkap teka – teki dan sumber inspirasi penulisan sebuah buku, goresan kuas kanvas dan rekam gambar/video penikmat panorama. Mendaki Gunung Fuji adalah impian para pendaki, menikmati matahari terbit di puncaknya dari balik Kuil Dewi Sengen-Sama adalah impian pelancong sedunia!

2. Karakter & Tradisi

Majunya Negeri Sakura bukan hanya karena melimpahnya Sumber Daya Alam ataupun teknologi canggih yang banyak kita gunakan saat ini. Karakter merekalah yang berperan besar menopang pesat dan tumbuh berkembangnya Jepang.

Tradisi membungkuk (Ojigi) adalah kebiasaan yang sangat penting di Jepang. Tradisi Ojigi merupakan tradisi yang setiap hari digunakan warga Jepang sebagai bentuk penghormatan kepada orang lain ataupun diri mereka sendiri, bentuk sapaan, permintaan maaf, ucapan terima kasih, dan upacara keagamaan. Jika berkunjung ke Jepang, kita akan sering menjumpai karyawan toko membungkukkan badan untuk menyambut costumer, petugas stasiun yang membungkuk menghadap kereta api sebagai ucapan terima kasih dan doa bagi mereka yang melakukan perjalanan dengan kereta tersebut, bahkan tak jarang kita jumpai warga Jepang yang membungkukkan badan kepada lawan bicara mereka di telepon!

Ojigi
Bentuk Penghormatan Murid Kepada Guru. Sumber: http://www.shotoku.ac.jp

Selain Ojigi, tradisi membaca di manapun adalah hal yang tidak aneh jika berkunjung ke Jepang. Tidak mengherankan kita akan menjumpai orang Jepang membaca buku di sudut taman, perpustakaan, toko mauapun kereta api. Membaca adalah jendela dunia dan masyarakat Jepang telah membuka jendela mereka untuk melihat dunia, ibarat sebuah buku yang terbuka dan terbaca.

Banyak karakter yang menarik di Jepang, akan tetapi karakter mereka menjaga tradisi yang patut diacungi jempol. Liburan ke Jepang tentunya akan membuka jendela dunia kita, menjadi saksi masyarakat maju yang lahir dari karakter dengan tradisi luhur yang dijunjung tinggi.

3. Sushi & Ramen

Kedai Ramen
Kedai Ramen Jepang. Sumber: http://onlyinjapan.tv

Ragam makanan adalah jejak sejarah suatu Negara. Jepang memiliki ratusan jenis makanan. Tapi, tahukah kita jika Sushi dan Ramen adalah penemuan terbaik mereka? Yes, their best inventions! Makanan yang sangat luxury “mewah”, salah satu makanan terlaris seluruh dunia, dan makanan yang selalu muncul di berbagai acara TV dan Anime. Bahkan, Instant Ramen merupakan makanan siap saji pertama yang dikonsumsi di ruang angkasa! Luar biasa bukan? Rasanya ada yang kurang jika tidak mencicipi Sushi yang sering di hidangkan di meja makan Nobita (Serial Anime Doraemon) dan mampir ke kedai ramen pinggir jalan, makanan kesukaan Uzumaki Naruto saat berkunjung ke Jepang!

4. Musik Tradisional

Musik Tradisional Jepang
Pemain Koto, Shamisen dan Shakuhachi. Sumber: kusuyama.jp

Jepang jika diibaratkan dan diilustrasikan secara verbal maupun visual merupakan Negara dimana Nilai Tradisi dan Modern jalan beriringan. Di setiap aspek kehidupan masyarakat Jepang selalu berdampingan dengan tradisi. Salah satu nilai tradisi luhur dari masyarakat Jepang adalah Musik Tradisional. Selalu ada sentuhan tradisi di setiap genre musik di Jepang. Bukan cuma karakter musik, tapi musik yang dimainkan dengan instrument musik tradisional. Beberapa yang terkenal adalah Shamisen dan Shakuhachi. Shamisen merupakan alat musik petik tiga senar dengan suara yang sangat unik, begitupun dengan Sakuhachi, sebuah alat musik tiup berbentuk suling yang menghasilkan suara sangat unik penuh harmoni. Tidak salah jika di setiap Soundtrack Anime ataupun film dijumpai variasi riff nada yang dikolaborasikan dengan alat musik tersebut, bukan cuman sebagian kecil loh tapi hampir sebagian besar!

Musik selalu menjadi pengingat akan suatu tempat, di Jepang ada banyak festival musik tradisional yang berlangsung sepanjang tahun. Dekatkan raga ke panggung, buka mata, dengarkan alunannya, dan bawalah kerinduan di dalam hati.

5. Musim Semi

Jika salah satu dari pembaca penikmat budaya dan pemburu festival, musim semi di Jepang adalah waktu yang sangat cocok untuk berkunjung ke Jepang. Musim semi berlangsung dari awal maret hingga pertengahan Juni. Diawali dengan Miyaki Odori (pertujukan seni yang ditampilkan oleh Geisha) di Kyoto hingga Festival Sanja Matsuri. Sanja Matsuri adalah sebuah festival yang juga dikenal dengan sebutan Festival Tiga Kuil / Festival Agama Shinto, sangat sakral dan telah berlangsung sejak 1312! Sanja Matsuri merupakan festival terbesar di Jepang, jutaan penonton dan rutin dilaksanakan menjelang bulan Mei setiap tahunnya.

Festival Hanami di Jepang
Festival Melihat Bunga Sakura. Credit @ Sabino Parente

Musim semi juga ditandai dengan mekarnya bunga Sakura. Bagi sebagian besar masyarakat dunia mungkin telah mengetahui tentang bunga Sakura ataupun festival bunga sakura di Jepang. Namun, hal yang sangat menarik berkaitan dengan mekarnya Sakura di awal musim semi adalah tradisi melihat bunga Sakura yang dikenal juga dengan istilah Hanami. Hanami merupakan tradisi besar di Jepang dan umumnya dilakukan dengan cara menggelar karpet di bawah pohon Sakura sembari menikmati bento dan teh.

NOSTALGIA MASA LALU & MIMPI MASA DEPAN

Jepang memiliki sejarah yang panjang, penuh akan kisah masa lalu tentang masa depan. Kisah impian yang dulu hanya menjadi mimpi masa lalu, kini telah menjadi lukisan. Hebatnya mimpi Captain Tsubasa bermain di World Cup dan teknologi Doraemon seakan menjadi bukti “Mimpi adalah pintu Masa Depan”. Jepang hari ini telah menjadi Macan Asia di Piala Dunia, teknologi tahun 70-an Doraemon kini menjadikan Jepang Negara dengan teknologi yang sangat canggih. Wisata ke Jepang adalah perjalanan ke Negeri para pemimpi yang telah menjadi kenyataan! Saatnya menelusuri keindahan festival bunga Sakura sembari menikmati alunan musik musim semi di Jepang.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan