Keunikan Ramadhan di Negeri Ibnu Khaldun, Tunisia

Keunikan Ramadhan di Negeri Ibnu Khaldun, Tunisia

0
BAGIKAN

Ketupat Berubah Menjadi Lontong

Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaaha ill-Allah, Allahu akbar, Allahu akbar, wa lillah il-hamd. Gema tasbih, tahmid dan takbir bergemuruh pada hari kemenangan ini, hari raya Idul Fitri. Meski tak seindah suasana lebaran di tanah air, seluruh masyarakat Indonesia di Tunisia tetap merayakan suka cita hari yang fitri dengan kekhidmatan tersendiri di Wisma Duta Besar RI, Les Berges du Lac, Tunis.

Bahkan sang khatib, Ust. Dede Ahmad Permana, Lc. MA. menambahkan sebuah perkataan dari khalifah Umar bin Abdul Aziz yang begitu fenomenal, “Hari raya bukan bagi orang yang memakai pakaian baru, akan tetapi hari raya adalah bagi orang yang ketaatannya bertambah dan selamat dari Hari yang diancamkan kelak. Hari raya bukanlah bagi orang yang memperindah pakaian dan kendaraan, akan tetapi hari raya hanyalah bagi orang yang diampunkan segala dosanya”.

Kali ini perayaan lebaran di wisma duta besar RI tidak hanya dihadiri seluruh masyarakat Indonesia di Tunis, melainkan juga kedatangan Dubes RI untuk Libya dan para stafnya. Tak ayal, suasana semakin meriah ketika terakhir bermusafahah (bersalaman dan saling bermaafan) dan mengabadikan momen indah dengan photo bersama dengan Dubes LBBP RI untuk Tunisia, Bapak Ronny P. Yuliantoro, M.A. Setelah itu menikmati ketupat yang berubah menjadi lontong serta menu khas Indonesia lainnya yang cukup menghilangkan kerinduan akan tanah air tercinta.

Selamat jalan Ramadhan, semoga berjumpa kembali pada Ramadhan berikutnya. Dan selamat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Mohon maaf lahir dan bathin, semoga kita semua termasuk golongan yang kembali kepada kesucian fitrahnya, kelompok yang memperoleh pengampunan dan surga-Nya, serta orang-orang yang diterima amal-amal kebajikannya. Amin Ya rabb . . .

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan