Konser Gamelan di Celle

Konser Gamelan di Celle

0
BAGIKAN
Konser Gamelan di Celle

Celle adalah salah satu kota tua kecil nan indah di negara bagian Niedersachsen, Jerman. Aku dan grup Gamelan Siegen (baca artikel sebelumnya “Cinta Lama Bersemi Kembali”) diminta tampil dalam rangka festival orkestra dan paduan suara Jerman selama 3 hari. Tanggal 13-15 Maret 2015 festival ini diadakan di kota Celle dan tersebar di beberapa tempat seperti di Museum Bomann, Gereja Celle dan gedung Congress Union Celle. Grup Gamelan kami mendapat giliran tampil hari Sabtu, 14 Maret 2015 jam 20:00. Selama 1 jam kami tampil membawakan 7 lagu berlaras slendro.

Hari Sabtu pukul 10.00, kami berangkat dari Siegen menggunakan bus besar. Perjalanan menuju Celle membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Jumat sore kami telah mengadakan gladi resik dan mengemas alat gamelan untuk dibawa ke Celle. Dalam hidupku, baru kali ini aku melihat gamelan di bungkus plastik, selimut, dilapis busa dan dimasukkan kardus secara hati-hati.

Di Indonesia jarang sekali aku melihat gamelan diperlakukan seperti itu, terlebih banyak orang yang diminta bantuan untuk mengangkut gamelan menggunakan mobil bak terbuka. Kalau di Jerman, bedaaaaa sekali. Jangankan banyak orang, kita sendiri yang mengangkut gamelan secara hati-hati, perlahan dan gotong royong dari ruangan gamelan di rumah Ibu Tieneke ke pinggir jalan di mana bus parkir pagi hari sebelum berangkat ke Celle. Sekitar 16 orang tua muda saling membantu mengangkut gamelan sehingga dalam waktu 40 menit gamelan sudah tertata rapi di bagasi bus dan kita pun berangkat.

Konser Orkestra di Celle
Konser Orkestra di Celle

Di Celle sekitar pukul 15:00 kami sampai di halaman parkir belakang Museum Bomann. Bagian depan museum adalah jalan raya kota yang tidak ada tempat parkirnya. Kami harus menata gamelan untuk tampil pukul 20:00 dan check sound. Ternyata aula untuk tampil ada di bagian depan lantai 2 museum. Jadi kami harus menggotong kembali gamelan yang ya.. lumayan berat, naik turun lift dan tangga. Cuaca saat itu sebenarnya sejuk, namun karena mengangkut gamelan, kami kepanasan dan berkeringat banyak. Ya.. hitung-hitung olahraga lah.

Alhamdulillah konser berjalan lancar dan banyak pengunjung yang antusias terhadap Gamelan karena keunikannya. Sebelum dan setelah konser Gamelan, banyak yang bertanya tentang gamelan dan pakaian yang kami kenakan. Kami mengenakan kebaya dan kain batik untuk wanita, dan pria menggunakan beskap, blangkon, kain batik juga.

Setelah konser usai, kami kembali mengemas Gamelan untuk dibawa pulang keesokan harinya.

Hari Minggu, 15 Maret 2015 grup Gamelan kami juga diundang dalam acara perayaan festival orkestra dan paduan suara bersama Presiden Negara Bagian Niedersachsen, Joachim Hauck di gedung Congress Union Celle. Acara berlangsung 2 jam pada siang hari dan tampillah banyak grup Orkestra dan paduan suara terbaik Jerman. Di dalam gedung Congress banyak orang bertanya tentang kami, pakaian kami terutama karena kami juga memakai pakaian adat Jawa. Banyak juga di antara mereka yang ternyata Sabtu malam menonton konser kami di Bomann Museum. Mereka terkesan dengan musik Gamelan yang unik, tenang dan mendayu-dayu.

Nachtdermusik
Nachtdermusik

Pukul 14:30 seluruh acara di Celle telah usai dan kami kembali ke Siegen. Banyak hal yang kuambil dari perjalanan kali ini. Kemandirian dan kekeluargaan yang erat ditunjukan di grup Gamelan ini. Aku selalu mendengar dan melihat di media tentang orang luar Indonesia yang cinta akan budaya Indonesia. Dan sekarang aku mengalami sendiri hal itu. Rasa bangga, haru dan cemburu menjadi satu. Bangga karena budaya Indonesia diperkenalkan di Eropa dengan sangat baik. Haru karena ketika bermain gamelan, mengingatkanku akan masa kecil, keluarga dan Indonesia. Cemburu karena di Indonesia jarang sekali ku temui yang seperti ini.

Sekilas rekaman singkat konser kami di Celle, menit 03:28

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan