Negara Ini Lahir dari Mahasiswa Rantau

Negara Ini Lahir dari Mahasiswa Rantau

0
BAGIKAN
Puncak Semeru

Tulisan ini tidak bermaksud mengkerdilkan peran tokoh–tokoh lain dan seluruh elemen masyarakat yang di zamannya berjuang bersama–sama demi mengupayakan kemerdekaan Hindia Belanda dari penjajahan kolonialisme. Sejatinya upaya merebut kemerdekaan ini adalah hasil perjuangan bersama, namun tidak dapat dinafikan ada beberapa tokoh utama yang merupakan kunci dari proses tersebut. Tokoh–tokoh ini adalah obor penyemangat perjuangan, pernah diasingkan, dibuang jauh ke pedalaman hingga ancaman pembunuhan. Tak jarang pula tokoh–tokoh ini menjadi sebuah lilin. Menghabiskan raganya demi menerangi manusia yang kala itu dirundung kegelapan.

Sejatinya gagasan mengenai Indonesia lahir pertama kali dari rahim seorang Tan Malaka melalui karyanya Naar De Republik Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada tahun 1925 di Kanton, Cina. Tan yang memiliki nama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka, seorang pemuda bangsawan, lahir di tanah Suliki, Sumatera Barat, pada tanggal 2 Juni 1897. Anak dari pasangan Rasad Caniago dan Sinah Sinabur ini merupakan tamatan Kweekschool Bukit Tinggi pada usia 16 tahun. Kemudian atas cinta kasih dan kebijaksanaan seorang Belanda penganut politik etis, H,G, Horensma, Tan Muda merantau ke Harleem Belanda untuk menuntut ilmu di Rijks Kweekschool. Di Belanda inilah sosok Tan Malaka mulai terbentuk. Mulai mendapatkan filsafat-filsafat hidupnya dan pada akhirnya menekadkan diri untuk berjuang melepaskan kolonialisme di tanah Hindia Belanda saat itu yang kemudian menjadi bibit dari opus magnum beliau yakni Madilog (Materialisme, Dialektika dan Logika).

Kemudian gagasan Indonesia yang kedua dimunculkan oleh Mohammad Hatta pada saat sidang di Mahkamah Pengadilan Den Haag Belanda pada tahun 1928 dalam sebuah pledoi yang kemudian hari dikenal sebagai Indonesia Vriij (Indonesia Merdeka). Hatta muda yang saat itu merupakan anggota dari sebuah organisasi yang dilarang oleh Belanda, Indonesische Vereniging, merupakan mahasiswa rantau di Handels Hoge School Rotterdam. Ia pun terpilih sebagai ketua dari organisasi tersebut yang berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Hatta muda juga pernah membawakan pidato yang berjudul “Economische Wereldbouw en Machtstegenstellingen (Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan).

1
2
BAGIKAN
Berita sebelumyaWuppietrees Family
Berita berikutnyaPasompe'
Afif Alhariri Pratama, biasa dipanggil Ucok, lahir di Wamena Papua pada tanggal 23 Juni 1987. Anak pertama dari lima bersaudara yang banyak menghabiskan masa kecil di Medan, jauh dari orang tua yang dulu berdomisili di Papua. Merantau ke Makassar untuk menuntut ilmu di Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin. Memiliki hobi jalan – jalan, menulis dan fotografi. Ketika kuliah diberi kepercayaan sebagai ketua Persatuan Mahasiswa Tambang Universitas Hasanuddin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan