Puasa Itu Menahan Lapar dan Haus Sembari Membawa Gong

Puasa Itu Menahan Lapar dan Haus Sembari Membawa Gong

0
BAGIKAN
Foto Bersama, Cara Ampuh Menghilangkan Kantuk di Pagi Hari

Saya masih setengah mengantuk saat saya tiba di pelataran kuil. Tapi, beberapa penduduk Jepang yang sudah hadir di tempat itu tidak memberikan kami kesempatan untuk melanjutkan tidur. Saya dan teman-teman sudah disodori kain biru beserta aksesoris nya dan kami diminta berganti pakaian secepatnya. Pagi itu memang masih jam 6, dan saya baru selesai sahur mengingat hari itu adalah awal bulan Ramadhan. Suhu pagi itu di bawah 10 derajat dan saya yang masih beradaptasi dengan cuaca makin merindukan meringkuk di bawah futon (selimut tebal).

Saya terlibat keributan apa lagi ini? Cerita ini terjadi saat saya masih cungkring dan rambut saya masih belah tengah simetris khatulistiwa (Silahkan tebak sendiri tahunnya). Saya dan teman-teman mahasiswa-mahasiswi asing di Saga University diminta untuk ikut dalam kegiatan matsuri. Matsuri sendiri berarti festival. Di Jepang ada banyak jenis matsuri mengikuti musim atau tujuaannya. Matsuri di musim panas, semi, gugur dan dingin biasanya terkait dengan pertanian (cocok tanam, perlindungan terhadap hama maupun panen yang melimpah). Adapula Tsukagirei yang dilakukan di setiap perpindahan dari satu tahap kehidupan ke kehidupan lainnya. Selain jenis-jenis matsuri di atas, masih banyak lagi matsuri yang lain di Jepang yang mungkin bisa rekan-rekan google jika tertarik.

Saya yang waktu itu baru pertama kali ke luar negeri tentunya tak ingin melewatkan kesempatan ini. Inilah sindrom anak kampung yang baru pertama kali ke luar negeri, mau coba semuanya. Walhasil, setiap ada kegiatan, nama saya selalu tercantum sebagai peserta di setiap acara, dengan urutan nama paling atas. Ini entah culture shock, banci tampil atau party animal namanya. Untuk acara matsuri di kuil ini sendiri, saya dan teman-teman kudu latihan. Sebelum hari H, saya dan teman-teman yang terlibat di acara ini kerap diundang malam-malam datang ke kuil untuk latihan, mempelajari gerakan-gerakan apa saja yang akan kami lakukan.

1
2
3
BAGIKAN
Berita sebelumyaKeunikan Ramadhan di Negeri Ibnu Khaldun, Tunisia
Berita berikutnyaRamadhan di Kota Semarang
Bercita-cita ingin ke negara-negara eksotis seperti Bhutan, Tibet dan Nepal, ke negara-negara Latin menyusuri Meksiko di utara hingga Brazil di Selatan, dan ke negara-negara Pasifik seperti Fiji, Tuvalu, New Caledonia, Palau, Vanuatu, Samoa dan Kiribati, dan mengikuti sejarah syiar Islam di Afrika Utara (Mesir, Libya dan Maroko)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan