Rantau Ramadhan: Ekspedisi ke Sulawesi

Rantau Ramadhan: Ekspedisi ke Sulawesi

1
BAGIKAN
Happy Eid Mubarak dari KRI Teluk Sampit - 515

Mudik. Keluarga. Kampung halaman.

Selalu tiga hal itu yang terpikirkan perantau saat liburan di bulan Ramadhan. Menikmati menenggelamkan diri dalam hiruk pikuknya mudik ke kampung halaman, demi bertemu keluarga di rumah. Kau tahu, hampir semua orang melakukan perjalanan pulang saat ‘libur’, kecuali kau terlalu jauh dari rumah dan uangmu terbatas untuk melintasi kota atau negara.

Aku, juga seorang perantau. Merantau sejak kecil, sampai kini aku mahasiswa. Aku lahir di Pulau Madura, untuk kemudian menempuh pendidikan TK-SD di Yogyakarta, menjadi siswa SMP dan SMA di (lagi-lagi) Madura, sampai menjadi mahasiswa di sebuah kampus di Bogor, Jawa Barat. Aku menjalani hidupku seolah-olah aku menyukai hidup jauh-jauh dari orangtuaku di Yogyakarta. Ah, kau kira aku bahagia hidup tanpa keluarga?

Memang, rasanya tidak begitu mudah saat berpisah pada mulanya. Tapi, di situlah kau akan menemukan arti keberadaan keluargamu saat kau jauh dari mereka. Hidupmu menjadi semakin luas, kenalanmu semakin banyak. Rasanya, menghubungi siapapun dimanapun menjadi lebih mudah dengan banyak relasi. Tapi sebanyak apapun temanmu, sebaik apapun sahabatmu, kau pasti akan rindu rumah. Apalagi kau sudah terlalu lama di tanah perantauan…

Seperti aku.

Mahasiswa rantau sepertiku juga butuh pulang. Apalagi ada kesempatan saat liburan Ramadhan. Tapi, tahukah bahwa jurusan yang kau pilih saat awal masuk kampus pada akhirnya dapat menjadi sebuah alasan besar bagimu tak pulang? Tidak bisa merasakan masakan ibumu saat buka puasa pertama?

Tapi, tak apa. Biarlah kerinduan mengembang merajai. Lagipula, kapan lagi aku bisa merasakan Ramadhan ini di tempat yang baru?

Ya. Sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB, aku punya tugas melakukan ekspedisi penelitian (EKSFLORASI) bersama kawan-kawan ke Sulawesi. Tempat yang baru bagiku, juga seluruh timku. Aku yang sudah merantau ke Bogor dari Yogyakarta sana, harus melangkah lebih jauh lagi keluar Pulau Jawa. Sulawesi, dengan segala eksotisme yang belum pernah aku lihat rupa eloknya.

1
2
3
BAGIKAN
Berita sebelumyaSummer Ramadhan di Dresden, Jerman
Berita berikutnyaRefleksi Akhir Malam Ramadhan
Maghfira Alv merupakan nama pena dari Maghfiroh Al-F, yang biasa dipanggil Vira. Seorang mahasiswa yang menyukai petualangan dan tempat-tempat baru. Juga teman baru. Pengoleksi cerita kehidupan. Menyukai segalanya: bacaan, film, musik, seni, perjalanan, makanan, filsafat, fotografi, juga hidup.

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan Balasan